[CERPEN] SUNGAI KENANGAN

 


    Pagi yang cerah sinar matahari menembus jendela. Elsa segera bangun dari tempat tidurnya, segera membereskan kamar dan mandi. Kemudian Elsa menghampiri Kiki untuk berangkat ke sekolah.  Elsa dan Kiki merupakan siswa kelas 12 SMA yang bersekolah di Malang. Ketika itu di perjalanan mereka berbincang mengenai tugas dari guru sejarah.

Elsa : “Eh ki, kamu ingat tidak kalau kita ada tugas kemarin mengenai sejarah”.

Kiki: ”O...iya ya kita harus mendeskripsikan objek wisata sejarah, agar dapat ikut andil melestarikannya”.

Elsa: “Kira-kira tempat bersejarah di daerah kita dimana ya”.

Kiki: “Nanti aja Elsa pulang sekolah kita bicarakan lagi, soalnya kemarin belum dijelaskan secara detail”. (Sambil mengajak elsa terus berjalan)

    Elsa dan Kiki merupakan sahabat, namun mereka berbeda domisili. Kiki adalah anak rantau yang berasal dari Jember dan Elsa adalah  asli berdomisili di Malang. Kebetulan hobi mereka adalah melakukan perjalanan yang berbau sejarah. Kemudian ketika pelajaran sejarah di mulai, Bu Andin menjelaskan mengenai tugas. Tugasnya dilakukan perkelompok yang berangotakan dua orang. Kemudian kelompok harus menuliskan sejarah yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Hal ini menjadikan kesenangan tersendiri bagi Elsa dan Kiki yang memang gemar sekali untuk melakukan perjalanan. Hingga waktu pulang sekolahpun tiba Elsa dan Kiki pun bergegas pulang bersama.

Kiki: “El, melanjutkan pembicaraan tadi apa enaknya kita sekelompok aja”. (Sambil membenahi tali sepatu yang lepas).

Elsa: “Iya boleh, untuk objek sejarahnya kita bahas apa?”.  (Menatap Kiki penuh tanya).

Kiki: “Kita cari di daerah tempat tinggal mu saja. Berhubung aku besok pulang kampung. Tiga hari di rumah terus aku balik ke Malang kemudian kita cari objeknya bersama”

Elsa: “Yaudah Ki, kabarin aja kalau sudah kembali kesini”.

Kiki: “Baiklah El”.

    Karena mereka berbeda domisili, akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan saat Kiki telah di Malang. Pada saat Kiki kembali ke Malang di stasiun Elsa menjemputnya untuk mengantar Kiki menaruh barang di asrama. Setelah itu besok minggu paginya Elsa dan Kiki akan mulai mengerjakan tugas tersebut. Setelah berjanjian kemudian Elsa akan menjemput Kiki di asrama pada pukul 07:00 WIB.  Setelah perdebatan panjang untuk daerah mana yang akan di tuju akhirnya mereka memustuskan melakukan perjalanan ke Kediri. Saat melintasi sungai yang begitu panjang yaitu Sungai Brantas mereka merasa terpukau.

Elsa: “Sungai Brantas sangat terkenal loh Ki, apa kita membahas sejarah mengenai sungai ini saja?”.

Kiki: “Bagus juga idemu, Sungai Brantas sangat terkenal sejak jaman kerajaan. Seru juga kalau bahas kerajaan”. (Nada meyakinkan agar Elsa menyetujui).

    Kemudian mereka berdua memutuskan untuk mencari tempat untuk membahas mengenai Sungai Brantas di jaman Kerajaan Kahuripan. Mereka mencari referensi melalui jurnal serta beberapa buku kemudian mendiskuskan bersama. Karena hari itu sudah hampir sore mereka berniat untuk mengerjakan di rumah Elsa. Kiki mengajak Elsa pulang saja karena jarak Kediri ke Malang kurang lebih 3 jam takutnya jika kemalaman.

    Bergegaslah mereka menyusuri jalan pulang sambil menikmati pemandangan. Mereka saling bertanya-tanya satu sama lain mengenai Sungai Brantas yang sangat memukau. Masih bertahan dari jaman kerajaan hingga sekarang, namun sungai ini sekarang menyempit. Mereka berusaha memecahkan masalah jika di jaman dahulu sungai ini meluap dan bagaimana penanganannya. Bagaimana sungai ini dimanfaatkan dari masa ke masa. Hal seperti ini terus menjadikan sebuah bayang-bayang pertanyaan. Sesampainya di Malang....

Kiki: “Terimakasih El untuk perjalanan hari ini”.

Elsa: “Sama-sama, berarti kita jadi mengangkat tema mengenai Sungai Brantas ya”.

Kiki: “Iya udah tapi ngerjainnya nunggu besok aja ini kan juga mau hampir malam”.

Elsa: “Baiklah sambil menungu tenggat pengumpulan besok do sekolah. Kalau begitu aku pamit pulang ya ki”.

Kiki:”Siap..El hati-hati di jalan”.

    Keesekokan harinya, seperti biasa Elsa menghampiri Kiki di asrama untuk berangkat ke sekolah. Ternyata Bu Andin menjelaskan bahwa mengenai tugas yang diberikan akan diberikan waktu satu minggu. Semua siswa sudah harus memikirkan hal apa yang di tulis masing-masing kelompoknya. Tugas itu harus sudah dikumpulkan minggu depan. Karena tugas ini juga disukai oleh Elsa dan Kiki sehingga mereka enjoy dalam pengerjaannnya. Bel pulang sekolah berbunyi Elsa dan Kiki lalu bergegas pulang.

Elsa: “Eh Ki bagaimana kalau kita mulai mengerjakan sekarang”.

Kiki : “Boleh juga yu kita cari tempat”.

Elsa: “Bagaimana kalau di perpustakaan kan enak sambil bisa cari referensi”.

Kiki: “Baiklah ayoo” (sambil bergegas jalan).

    Mereka melanjutkan tugas di perpustakaan dan membagi tugasnya. Mereka sepakat untuk mencari mengenai kegunaan Sungai Brantas dan cara penangannanya ketika memasuki musim hujan. Ketika telah menemukan jawaban mereka akan saling bertukar pikiran atas apa yang telah dibaca. Dari hasil mereka dapat lalu menulis dalam sebuah catatan kecil.

Kiki: “Eh Elsa aku menemukan fakta bahwa sungai brantas ini salah satu sungai terpanjang kedua di pulau jawa setelah bengawan solo loh”.

Elsa: “Waah menarik, kira-kira apa kegunaan Sungai Brantas pada waktu itu Ki” (sambil menatap kiki dan rerheran dengan ceritanya).

Kiki : “Kegunaan pada waktu jaman kerajaan sebagai sarana transportasi serta perdagangan serta digunakan untu mengairi sawah warga. Tapi Elsa pastinya dahulu itu ada juga permasalahan mengenai sungai brantas, coba kamu cari”.

Elsa: “Kebetulan sih aku menemukan fakta kalau sungai brantas itu pernah banjir. Nah hal ini menjadikan suatu permasalahan baru yang harus ditangani”.

Kiki: “Nah kemudian bagaimana cara penanganannya Elsa?”.

Elsa : “Okay aku jelasin, jadi Sungai Brantas ini ketika hujan lebat juga pernah mengalami banjir. Nah untuk penanganannya itu di buat waduk serta dam waktu masa Raja Airlangga kan ia juga raja dari Kerajaan Kahuripan”.

Kiki: “ Iya sih, sekarang waduk dan dam juga masih bisa kita temui”.

Elsa: “Iyaa bener, kan emang selain warisan juga sebagai pembelajaran. Kalau dengan pembuatan waduk serta dam dapat mencegah banjir. Terus untuk pengairan sawah warga dibuatkanlah dibuat. Tapi kalau sekarang kan udah ada mesin yang buat mengairi sawah, tapi kanal masih ada kok cuma ga sebanyak dulu”.

Kiki: “Di tambah lagi karena juga dialih fungsikan bantaran sungai jadi pemukiman. Nah, mungkin karena itu ya jadi sungai ini ibaratnya menyempit. Nanti kita susun laporan sesuai diskusi kita aja EL, terus tinggal kita kumpulin pas pelajaran Bu Andin”.

Elsa: “Yeeayy sip akhirnya selesai tugas kita” (sambil tepuk tangan meriah).

    Setelah itu mereka meninggalkan perpustakaan, adanya tugas ini akan sangat terkenang dan tidak dapat terlupakan. Karena tugas sejarah menjadikan mereka berfikir bahwa indahnya cerita di masalalu. Betapa sangat kayanya indonesia dengan berbagai hal yang bagi sebagian orang dilupakan begitu saja. Sejarah  menjadikan kita sebagai generasi saat ini harus paham dan melestarikannya. Selain itu juga memberi sebuah pengalaman berkesan dan juga pembelajaran tersendiri bagi generasi penerus. Kita bisa menggunakan masalalu sebagai pembelajaran agar kesalahan tidak terulang kembali.


Penulis :

Titik Ummaroh - 180732640503

Komentar