FREEMASONRY DI HINDIA BELANDA

 

Freemasonry

            Freemasonry atau lebih dikenal dengan sebutan Freemason merupakan organisasi rahasia yang besar dan berpengaruh di dunia. fremason sendiri merupakan sebuah organisasi ‘rahasia’ yang termasuk dalam gerakan New Age Movement. Freema
son ini awalmulanya terbentuk di Inggris pada tahun 1717 yang kemudian menyebar keberbagai negara.
Pada tahun 1756 didirikan Loge Agung Nederland sebagai awal terbentuknya Freemasonry di Belanda yang nantinya dari sinilah Freemasonry sampai ke Hindia Belanda.

            Istilah Freemasonry sangat sulit di temukan dalam tulisan-tulisan sejarah di Indonesia, akan tetapi tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Arti kata Freemason sendiri terdiri dari dua kata yang disatukan. Free artinya bebas atau merdeka, sedangkan mason adalah juru bangun atau pembangunan.

            Banyak sekal teori-teori konspirasi mengenai Freemasonry yang tersebar di masyarakat dan menciptakan stigma-stigma atau pandangan negativ dari Freemasonry. Akan tetapi bila dilihat ada juga kegiatan-kegiatan positif yang menunjukan bahwa Freemasonry adalah organisasi kemanusian atau persaudaraan. Dalam pemaknaan organisasi Freemason dalam masyarakat, seringkali terjadi persamaan pemaknaan antara organisasi Freemasonry, organisasi Iluminati, dan organisasi Teosofi. Jika dijelaskan sesunguhnya organisasi-oraganisasi ini berbeda. Dimana Freemasonry sendiri merupakan organisasi kemanusiaan atau persaudaraan yang menolakadanya Politik dalam setiap kegiatan karena akan menyebabkan perbedaan pendapat  yang bisa menimbulkan perpecahan dan menyampingkan urusan agama karena percaya bahwa agama atau kepercayaan merupakan urusan masing-masing personal manusia. Sedangkan Iluminati merupakan organisasi yang muncul setelah adanya Freemasonry yang juga menyimpan unsur-unsur politik di dalam nya. Kemudian untuk Teosofi merupakan organisasi sepiritual yang memang berbeda dari Freemasonry dan Iluminati, Teosofi sendiri memiliki tujuan untuk pengembangan spiritual.

Masuknya Freemasonry Ke Hindia Belanda

            Freemasonry yang ada di Indonesia atau Hindia Belanda tidak lepas dari adanya Freemasonry yang ada di Belanda. Di Belanda sendiri pada tahun 1756 didirikan Loge Agung Nederland sebagai awal terbentuknya Freemasonry di Belanda. Selain itu Freemasonry di Hindia Belanda juga tak lepas dari peran Jacob Cornelis Matthieu Radermacher. J.C.M Radermacher Pada usia 16 tahun berlayar ke Hindia Belanda sebagai pedagang VOC (Kongsi Dagang Hindia Timur). Ayahnya, Joan Cornelis Radermacher, seorang pejabat tinggi di Kerajaan Belanda, dan pamannya anggota dewan direksi VOC. Jacob Cornelis Matthieu Radermacher sendiri adalah orang penting dalam awal adanya freemasonry di hindia belanda. Ayah Radermacher adalah Grand Master (Suhu Agung) Freemason pertama di Belanda pada 1730-an.

            Loji pertama yang berdiri di Hindia Belanda adalah loji La Choisie. Loji ini didirikan oleh J.C.M Radermacher di batavia. Loji ini berdiri pada tahun1762 dan tak berumur panjang. Menurut Paul W. van der Veur, keberadaan loji La Choisie berumur pendek mungkin karena Radermacher kembali sementara ke Belanda pada 1764. Namun, loji baru segera didirikan, La Fidele Sincerite yang populer disebut The Blue Lodge. Perkembangan Freemason di Indonesia atau Hindia Belanda , dapat dilihat dari munculnya loji-loji Freemasonry yang didirikan diberbagai daerah, terutama kota-kota besar. Thun-Thun setelah didirikanya loji pertama di batavia, pada bulan november 1767 di batavia di bangun sebuah loji baru yang bernama La Fidele Sincerite. Di tahun inilah dianggap sebagai awal kehadiran Freemason yang terorganisir di Jawa. Loji pertama yang dibangun di luar pulau Jawa adalah Loji Matahari di Padang, Sumatera Barat pada tahun 1858. Loji-loji Freemason terus dibangun seiring dengan bertambah luasnya penyebaran keanggotaannya. Loji sendiri adalah sebutan untuk tempat berkumpulnya para Mason setiap di adakanya pertemuan. Menurut buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan    Indonesia 1764-1962 Terdapat 32 loji yang tersebar di seluruh Indonesia.


Penulis//Ujung Irianto Wibowo - 180732640529

Komentar